Back To Top

Cara Membuat Soft Frog Dari Lateks

Selamat Datang Di Web TIPS MANCING GABUS
Soft Frog atau kodok-kodokan karet saat ini begitu populer di kalangan pemancing gabus. Banyak keunggulan dan kelebihan soft frog dibanding umpan-umpan mainan jenis lainnya. Setidaknya ada 2 bahan yang bisa dipakai untuk membuat soft frog ini yakni dari bahan (merk yang umum adalah Sealant) dan yang kedua dari lateks/latex.

Apa itu lateks? Lateks merupakan cairan getah dari pohon karet yang dicampur dengan bahan kimia tertentu sehingga tidak mudah kering/beku saat dikemas. Lateks biasa digunakan untuk pengeleman,  pembuatan mainan seperti topeng, balon dan jenis mainan anak lainnya. Untuk mendapatkan lateks sangat mudah, banyak dijual di toko-toko online dalam berbagai kemasan dan ukuran. Biasanya ada kadar kepekatan tertentu yang tersedia dan diperjualbelikan tergantung fungsi dan kegunaan lateks.

Bicara lateks yang akan kita gunakan untuk pembuatan soft frog ini berwujud cairan berwarna putih dengan aroma menyengat (mirip amoniak). Bau ini berasal dari bahan kimia campuran yang disebutkan tadi.

Setelah kita ketahui apa itu lateks nggak usah panjang lebar deh ya. Langsung saja kita ikuti cara pembuatan soft frog dari lateks. Pertama kita siapkan bahan antara lain;
1. Cairan lateks pastinya (plus pengental dan pewarna jika ada)
2. Cetakan Soft Frog yang sudah ditusuk dengan bilah di bagian bawah belakang
3. Beberapa wadah kecil untuk cairan lateks
4. Busa styrofoam sebagai dudukan bilah cetakan (tidak harus)
5. Pisau tajam
6. Hawa Panas atau cahaya panas matahari (ini sih bukan bahan tapi kewajiban)

wadah kecil untuk mencelup cetakan soft frog

Langkah pertama
Masukkan beberapa mililiter lateks (secukupnya) ke sebuah wadah kecil. Campurkan pengental lateks (jika ada) kemudian aduk perlahan-lahan hingga merata dengan latex. Pengental lateks berguna agar proses pembuatan lateks bisa lebih cepat, jadi jika tidak pakai pengental mungkin pencelupan cetakan ke dalam lateks bisa sampai 10 kali, namun jika memakai pengental cukup 6-7 kali, ini tergantung banyaknya pengental yang kita campur ke lateks.

Celupkan cetakan soft frog ke dalam cairan lateks, tiriskan hingga tidak ada lagi yang menetes, kemudian tancapkan bilah tadi ke busa styrofoam dengan mantap dan tidak goyang. Kemudian jemur hingga agak mengering. Penjemuran sebaiknya ditempat yang lebih tinggi agar tidak terganggu hewan seperti kucing dan juga ayam yang suka mematuk dan memakan busa styrofoam. Setelah kering celup kembali. Lakukan seperti langkah diatas hingga beberapa kali celupan.

Penjemuran cetakan yang sudah dicelup ke lateks

Nah diatas tadi adalah langkah pencelupan cetakan ke dalam lateks sebagai dasar lateks. Jika kita tidak memiliki pewarna, artinya pembuatan soft frog sudah selesai. Hanya saja perlu penambahan celupan dibagian depan SF agar lebih tebal. Tebal dimaksudkan agar lateks tidak mudah sobek, karena disitu nanti jalur menusuk dan memasukkan swivel atau benang PE sebagai pengikat double hook.

Langkah pengeringan bagian dasar serta pewarnaan Soft frog sebaiknya dilakukan minimal 8 jam terkena panas/cahaya matahari terus menerus, agar lateks kuat dan tidak mudah sobek, selain itu warna juga akan terlihat jelas (sesuai yang diinginkan). Lateks yang sudah kering akan terlihat tembus pandang ke cetakan SF.

Selanjutnya langkah pewarnaan lateks.

Untuk teknik pewarnaan lateks bahan yang digunakan adalah pewarna khusus yang memang digunakan untuk lateks. Bisakah menggunakan pewarna yang lain? Semisal tinta printer atau pewarna makanan? Bisa saja namun tentu saja kualitas warna tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan luntur jika terkena air. Selain itu untuk membentuk motif/gambar, misalnya mata pada soft frog tidak bagus, cairan warna akan menyebar.

Nah jika anda memiliki pewarna lateks ikuti langkah berikut untuk pewarnaan bodi SF. Setelah dasar SF tadi sudah jadi dan kering selanjutnya mewarnai dengan warna putih sebagai warna dasar. Pewarna dan pengental diteteskan secukupnya ke dalam cairan lateks dan diaduk perlahan hingga merata. Pemberian tetesan pewarna dan pengental jangan terlalu banyak, biasanya jika kita membeli lateks lengkap dengan pewarna ada resepnya, hehehe. Berapa formula perbandingan pewarna yang pas dengan lateks. Yaa intinya sedikit saja, karena pewarna tersebut sifatnya pekat. Pengental pun begitu, jumlah yang diteteskan tidak sama seperti pengental dalam pembuatan dasar SF diatas.

Setelah pewarna putih tercampur merata dengan lateks, saatnya pencelupan. Cukup maksimal 2 kali.
Kemudian jemur hingga mengering. Setelah mengering langkah berikutnya pewarnaan bodi SF. Prosesnya sama seperti pewarnaan warna putih tadi. Pastikan saat menjemur proses pewarnaan ini, cahaya matahari masih cukup panas agar warna yang dihasilkan bagus.

Selesai pewarnaan adalah penjemuran maksimal, maksudnya adalah proses utama pembuatan SF kita telah selesai. Tunggu minimal sehari semalam 1x24 jam barulah cetakan bisa dilepas dari Soft Frog. Untuk melepas gunakan pisau tajam untuk memotong karet di bagian bawah yang dijadikan pula sebagai lubang masuk double hook.

Jika kita memiliki warna lain dan ingin memberikan motif pada bodi SF, cetakan jangan dilepas dulu. Pemberian motif pada bodi SF menggunakan benda kecil yang agak tajam ujung misalnya tusuk gigi kemudian tusuk gigi tadi dicelupkan ke lateks yang sudah diberi pewarna. Pada dasarnya pemberian motif di bodi SF tergantung cara dan selera masing-masing dan beragam caranya. Silakan berkreasi dan berimajinasi sesuai bakat anda sebagai pelukis, hehehe.

Bisakah membuat SF di malam hari atau dalam ruangan? Bisa, Buatkan kotak khusus yang panasnya tertahan di dalam yang didalamnya disinari dengan lampu pijar, misalnya ukuran 25 watt. Jadi SF kita keringkan dalam kotak tersebut.

Pembuatan Soft Frog cukup mudah dilakukan oleh pemula sekalipun, asalkan bahan dasar lateks dan cetakan sudah tersedia. Pastikan pengeringan minimal 1x24 jam barulah SF digunakan. Pengeringan yang tidak maksimal membuat SF mudah sobek terutama dibagian depan dan lubang bawah saat melepas cetakan. Saat mencoba pertama kali gunakan lateks  secukupnya dan secara hemat, karena itu diatas tadi saya sarankan memakai wadah kecil saja, karena jika masih cair dan encer bisa dimasukkan dan dicampur kembali ke dalam wadah utama. Saat pembuatan/pencelupan usahakan lateks jangan lama-lama terbuka/terkena angin/cahaya agar lateks tidak mengental.

Hitungan jumlah pencelupan cetakan lateks tidak harus seperti yang admin sebutka tadi, karena hal ini tergantung selera pembuat mau yang agak lembek/lembut atau yang tebal/kaku. Semakin banyak celupan maka akan semakin tebal, semakin banyak pengental SF juga semakin keras/kaku. Jadi kekenyalan/ketebalan bodi Soft Frog tergantung formulasi campuran lateks pengental dan jumlah celupan ya bro...
SF yang sudah jadi dan siap pakai
Pembuatan SF perlu belajar dan dilakukan berulang-ulang, karena hasil awal mungkin saja kurang bagus. Dan ingat bentuk SF yang bagus tentu saja berawal dari cetakan yang bagus. Silakan dicoba sobat angler.



Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google